Bagaimana ini?

Minhae minhae.. Bagaimana ini hanya kata kata maaf yang bisa diucapkan. Ahhh babo, bodoh. Walaupun kau sudah bisa menebak akhir ceritanya, tapi tetap saja ini menyakitkan. Bukankah menghadapinya bersama akan lebih baik? Apa yang kau maksud dengan bersama? Kau hanya seorang, tidak lebih. Ini konsekuensi yang sudah harus kau rasakan dari awalnya. Sepertinya aku lelah. Kau lelah karna apa? Karna sakit? Atau karena dirimu?? Kau yang salah, kau yang membuat kesalahan yang hanya bisa kau sesali untuk dirimu, jangan menyalahkan orang lain. Kau sudah dewasa, lakukan apa yang orang dewasa lakukan. Tapi, ini hanya pikiranku saja. Kau meracuni otak dan hati mu sendiri. Itu tidak baik, tapi kau terus melakukanya. Bukankah itu menyiksa? Tentunya iya. Apa kau senang? Apa kau merasa nyaman dengan itu? Itu sangat sangat sangat tidak enak. Kau harus terbangun di tidurmu, melihat sekeliling dan kembali berfikir. Kau harus menghina diri mu sendiri yang sebetulnya tidak pantas kau melakukannya. Sudahlah, aku muak dengan apa yang diriku katakan. Kenyataan  yang membuat semuanya benar. Jadi aku harus bagaimana? Menangis? Air mataku sudah tak sanggup keluar. Mau bagaimana pun itu urusanmu.aku tidak akan membantumu jika kamu terus seperti orang boboh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s