SEPENGGAL HATI part1

“yaampun chan kamu liat ini udah jam berapa? mama heran, kamu tidur awal bangun tetap aja siang. jodoh……..” mama terdiam…

… kamu bisa di patok ayam nanti.” sambung aku dari balik selimut yang sudah sangat hapal dengan rayuan mama untuk membangunkan aku yang “hobi” sekali tidur.

“pagiiiiii mah”, kecup aku yang langsung ngeloyor masuk ke kamar mandi meninggalkan mama.

“chaaaaaaaann…….” teriak mama jengkel.

hehehehe yaa sepertinya jadwal pagi mama membangunkanku sudah menjadi hobi barunya juga,sebelum mama berangkat kerja. love you mam, you’re my everything.

author chan

seperti orang kebanyakkan aku punya panggilan artis juga “CHAN”, entah darimana nama itu tercetuskan yang jelas dimana pun aku berada orang lebih mengenalku dengan CHAN bukan JENNY ARDIANSYAH. ya nama KTP ku JENNY ARDIANSYAH, tapi yaa….. sudahlah biarkan mereka mengenalku sebagai CHAN.

my name is CHAN

aku anak tunggal dari keluarga ini, keluarga yang lengkap bahkan sangat sangat perfecttooo. usiaku pada 2013 ini 18 tahun dan sudah memiliki KTP. HOREEEE. aku senang memiliki KTP, tapi ternyata tidak memiliki fungsi yang selalu aku bayangkan. mahasiswi tingkat 2 di salah satu UNIVERSITAS swasta di jakarta. Dan aku SINGEL. <<< ini penting di sebutkan. kyaaaaaa!!!

Pagi ini agaknya aku sedikit terlambat, kelas di mulai pukul 09.00 dan aku masih duduk manis di meja makan 08.50. Ya hanya telat 10 kok, senggaja aku melupakkan waktu yang harus aku tempuh dari rumah hingga kampus dan belum lagi MACET nya. yaaaa mari kita pikirkan perut saja dulu. *sigh hening!

“kamu ada kelas jam berapa chan?” sapa mama yang mengelus kepalaku dan duduk di meja makan.

“ehm.. jam 9 mah. masih lama” jawab ku entang sambil melahap habis sarapanku.

“HAAAAA…!!!” respon mama melirik jam tangan dan melemparkan tatapan syok nya kepada putri satu-satunya ini.

sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, aku yang memiliki IQ tertinggi di kelas 1SD dulu ini, berinisiatif untuk mengambil langkah seribu meninggalkan meja makan yang sudah sedikit tidak enak atmosfernya. Baiklah goes to campus.

“aku hidup dengan keistimewaan abadi
bukan seperti hidup abadi
aku tetap mati. tapi nanti..
hari ini aku meracuni setiap organ tubuhku
tidak ada yang pahan ataupun mengerti
hanya aku sendiri
TUHAN tahu, tapi aku hanya tersenyum merapi diri.
suatu hari nanti semua akan tahu betapa aku SENDIRI”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s