Cerita hati yang memuja

“ketika hati sudah memilih, masih perlukan hati memuja lain?

seperti halnya memilih pakaian, sepatu, tas, bahakan hati. andai bisa memiliki ke-2 nya kenapa harus memilih 1?

terkadang logika melunturkan semua yang tidak mungkin, aku memilih kamu. tapi tidak sepenuhnya aku tidak menyukai dia. aku menyukai dia tidak sebesar aku mencintai kamu.

mesti aku ingin tapi tidak mampu yang membagi, meski aku ragu hati terus menarik.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s